Tentu Anda masih ingat tag line product Nike “Just Do It”. Sebelum ini, ketika saya melihat di televisi, di koran atau di billboard di pinggir jalan, saya tidak pernah memberikan makna khusus pada slogan itu. Hari ini saya baru benar-benar mengerti dan memahami maknanya.

Di tengah pemahaman saya itu tiba-tiba terlintas begitu saja saat-saat saya belajar naik sepeda. Awalnya tidak bisa, bahkan beberapa kali terjatuh dan mengakibatkan luka hingga berdarah-darah. Tapi pada satu titik waktu saya menemukan kondisi dimana saya bisa menguasai sepeda saya dengan sangat baik, menjaga keseimbangan dan akhirnya bisa.

Demikian juga pada saat belajar naik mobil. Awalnya takut-takut, begitu hati-hati melepaskan kopling dan menekan gas khawatir kebablasan. Karena takut menabrak bahkan sampai-sampai lutut ini terasa begitu lemas. Tapi, karena melakukan dan terus melakukan, akhirnya ketemulah satu titik dimana saya sangat menguasai mobilnya, hingga akhirnya terasa begitu mudah menyeimbangkan gas dan kopling. Bahkan sambil nelpon, atau sambil minum kita juga bisa nyetir.

Ternyata prinsip yang sama juga berlaku dalam seluruh aspek kehidupan termasuk pekerjaan. Seringkali kita takut ketika mendapatkan challenge dalam pekerjaan. Dipindahtugaskan atau mendapatkan project yang cukup besar dan menantang kadang-kadang membuat agak miris. Bahkan ada beberapa orang yang menolak mengerjakannya karena takut.

Padahal seberat apapun pekerjaan itu, kalau dijalankan, suatu saat kita pasti akan menemukan satu titik dimana kita akan bisa menguasai dan sangat mahir. Dan untuk menemukan titik itu, kuncinya adalah “Lakukan Saja”. Ya, kalau mau bisa “Lakukan Saja”. Dengan melakukan semua tugas dan menghadapi setiap tantangannya kita akan semakin mahir. Dengan tingkat kemahiran yang semakin meningkat, kita semakin dihargai lebih.

Bila menolak tugas atau tantangan karena takut. Tentu saja kita tidak akan menemukan cara-cara untuk mahir, akibatnya “STAGNAN”, baik dari sisi karir maupun penghargaan.

Contoh lain adalah apa yang terjadi pada para trainee saya, terutama mereka-mereka yang ikut development program yang terfokus pada sales atau tenaga penjualan. Tidak ada satupun diantara mereka yang pernah bermimpi atau mempunyai cita-cita menjadi seorang penjual. Toh, karena mereka terus menjalankan, menikmati setiap tantangan dan bahkan gagal dan terjatuh, akhirmnya mereka menemukan masa dimana mereka mahir dalam bidang itu. Kuncinya hanya satu “Just Do It = Lakukan Saja”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *