Planning is bringing the future into the present, so that you can do something about it now (Alan Lakein)

 

 

 

Dalam novel “Alice’s Adventures in Wonderland (1865)” karya Lewis Caroll ada sebuah dialog yang menarik antara Alice dengan seekor kucing.

“Would you tell me which way I ought to go from here?” asked Alice.
“That depends a good deal on where you want to get,” said the Cat.
“I really don’t care where” replied Alice.

“It doesn’t much matter which way you go then,” said the Cat.

Dalam dialog tersebut terlihat jelas jika anda tidak mempunya sebuah tujuan yang pasti, maka tidak penting arah mana yang akan kita tempuh. Tujuan adalah goal atau sesuatu yang ingin kita capai. Sementara jalan yang akan kita pilih untuk kita lalui adalah rencana.

Jika anda mempunyai sebuah tujuan, maka anda harus menentukan jalan mana yang akan anda pilih untuk dilalui. Jika anda punya goal (target) maka anda harus mempunyai rencana untuk bisa mencapainya. Karenanya sebuah rencana hanya relefan untuk orang yang mempunyai target dalam hidupnya.

 

Namun demikian, adakalanya seseorang mempunyai target-target dalam hidupnya tetapi dia tidak pernah membuat rencana untuk mencapainya. “Let it flow” itu katanya. Atau “yang penting mau kerja keras pasti akan sukses”. Karenanya banyak sekali orang yang merasa terapung-apung dalam hidup dan pekerjaannya. Mereka kerja keras tetapi tidak tahu kemana arahnya.

 

Mengapa Orang tidak Mau Membuat Rencana?

  • Tidak ada gunanya membuat rencana

Ada orang yang banyak sekali membuat rencana tetapi mereka tidak bisa menjalankan satu per satu rencana tersebut. Selalu saja muncul aktifitas-aktifitas lainnya yang ternyata lebih penting yang tiba tiba muncul dan harus dikerjakan. Setelah itu mereka merasa membuat rencana tidak ada gunanya.

  • Hanya buang-buang waktu dan menambah pekerjaan administratif

Banyak yang berpikir menyusun rencana memerlukan waktu yang lama. Mereka, terutama yang ada di dunia penjualan, merasa membuat rencana harian, mingguan dan bulanan hanya akan memakan waktu yang bisa mereka gunakan untuk memburu target. Hal ini menjadi terasa berat karena adanya tambahan pekerjaan administrative yang perlu dilakukan.

  • Tidak Fleksibel

Jika terpaku pada rencana tidak akan fleksible. Karena pada kenyataannya banyak hal terjadi di luar rencana.

 

 

 

 

Mengapa Membuat sebuah Perencanaan Sangat Penting? 

  • Good planning helps to make elusive dreams come true – Lester Robert Bittel –

Perencanaan akan membuat impian anda menjadi kenyataan.  Target dan tujuan hidup anda adalah sebuah impian. Dan impian itu tidak akan menjadi kenyataan jika anda tidak berusaha mewujudkannya.

Untuk mewujudkan impian itu sebagai awalnya anda harus membuat perencanaan baru melakukan tindakan (Action). Jika anda melakukan action tanpa ada sebuah rencana maka mimpi anda akan menjadi sebuah mimpi buruk. Begitu juga sebaliknya jika anda mempunyai sebuah rencana yang bagus tetapi tidak ada action, maka itu hanya akan menjadi mimpi di siang bolong.

If you don’t have daily objective, you qualify as a dreamer – Zig Ziglar –

  • Perencanaan membuat aktivitas anda lebih terarah

Pernahkah anda datang ke kantor dan tidak tahu apa yang akan dilakukan?. Yang terjadi selanjutnya adalah anda akan membuka computer utak-atik internet atau main game. Anda yang di dunia penjualan, mungkin juga pernah mengalami kebingungan untuk berkunjung ke prospek yang mana. Sesampainya di kantor, yang anda lakukan adalah minum kopi dan selanjutnya berkeliling kesana-kemari tanpa tujuan yang jelas. “Barangkali bisa nemu prospek hot prospek” itu mungkin yang anda pikirkan. Tapi kenyataannya sama sekali anda tidak menemukan prospek itu hingga waktu makan siang, kemudian mampir ke masjid dan tertidur. Itu semua terjadi karena anda tidak punya rencana.

  • Perencanaan akan membantu anda mengambil keputusan-keptusan yang tepat

Seringkali anda dihadapkan pada pilihan-pilihan baik dalam pekerjaan ataupun dalam hidup. Jika anda tidak merencanakan karir anda atau hidup anda, saya yakin anda akan bingung menentukan pilihan-pilihan hidup. Itulah yang dialami Alice dalam dialog pembuka tulisan ini. Bahkan untuk hal yang sangat sederhana pun dia harus bertanya pada seekor kucing.

Ketika anda sudah mempunyai sebuah rencana anda tinggal memilih dan memilah pilihan mana yang sesuai dengan rencana anda. Dan tentu saja apa yang kita rencanakan tidak akan 100% sama dengan kenyataan yang terjadi. Karenanya kita perlu menyesuaikan diri untuk lebih fleksible dalam menyikapi gap antara rencana dengan kenyataan tersebut. Tetapi paling tidak anda tidak akan bingung dan bimbang dalam menentukan pilihan.

 

Bagaimana Membuat sebuah Perencanaan?

Membuat sebuah perencanaan sangatlah mudah dan tidak memakan waktu lama. Anda hanya membutuhkan 5 – 10 menit. Ikuti beberapa langkah berikut maka anda akan mempunyai sebuah perencanaan yang luar biasa.

  1. Untuk membuat sebuah rencana, anda perlu membuat sebuah goal setting.

Goal setting adalah pondasi dari sebuah perencanaan. Ibarat peta, goal setting adalah tempat yang ingin anda tuju. Goal Setting adalah target atau impian anda. Tidak pedulu seberapa besar impian anda, anda hanya perlu menuangkannya dalam dimensi What – How Much – by When. Sangat sederhana.

  • What : Apa yang ingin anda capai
  • How Much : Berapa jumlah/nominal/angka yang ingin anda capai
  • When : Kapan batas waktu pencapaiannya

Yang perlu anda ingat adalah, goal setting yang anda buat haruslah memotivasi dan memberdayakan. Karenanya, ada beberapa panduan dasar yang cukup powerful dalam membuat sebuah goal setting, yaitu menggunakan metode SMART.

 

  • S – Specific (Significant)

Apa yang ingin anda capai (What) harus tertuang dalam sebuah pernyataan yang jelas dan spesifik. Tidak boleh normatif.

“Saya akan menjadi sales terbaik di cabang A” ini adalah sebuah pernyataan normatif karena tidak ada patokan yang jelas mengenai terminology terbaik. Anda bisa mengubah pernyataan itu menjadi :

“Saya harus menjadi sales terbaik pertama dalam penjualan di cabang A”. Atau “Saya harus menjadi sales dengan penjualan terbaik ke dua di cabang A”. Ingat tidak harus menjadi yang pertama untuk menjadi yang terbaik. Bila nomor dua saja sudah cukup, itulah yang terbaik untuk anda.

 

  • M – Measurable (Meaningful)

Target anda harus terukur dan memberikan arti / impact bagi tempat dimana anda bekerja. Karenanya harus ada angka yang jelas berapa besarnya (How Much). Misalnya; penjualan mencapai Rp. 200 juta/bulan, target tercapai 150%, atau pencairaj kredit minimal Rp. 2,5 milyar/bulan.

 

  • A – Attainable (Action-Oriented)

Target tersebut haruslah bisa dicapai. Bukan angka sulap angka sihir. Anda harus bisa menjelaskan darimana angka tersebut bisa terpenuhi. Misalnya;  target penjualan Rp. 200 juta perbulan dari 5 account nasabah. Dengan demikian anda akan mudah menentukan ritme aktivitas yang akan anda lakukan untuk mencapai target tersebut.

 

  • R – Relevant

Target tersebut harus realistic dan disesuaikan dengan kemampuan anda. Anda boleh sedikit meregangkan badan untuk mencapai target tersebut tapi tetap berada dalam batas kemampuan. Bila anda menetapkan target yang tidak realistis, akan ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama anda merasa itu hanya main-main saja sehingga anda akan permisif jika target tersebut tidak tercapai. Kedua, hal tersebut justru akan melemahkan motivasi anda.

 

  • T – Time-bound (atauTrackable)

Target yang ada tetapkan harus mempunyai horizon waktu yang jelas. Apakah target itu tahunan, bulanan, mingguan atau bahkan harian.

 

Kombinasi antara dimensi What – How Much – by When dengan SMART tools menghasilkan sebuah matriks goal setting sebagai berikut :

 

What Specific
How Much Measurable
Achievable
Realistic
When Time Bound

 

 

 

Sebuah contoh Goal setting dengan menggunakan metode di atas adalah sebagai berikut :

What                                 : Saya akan menjadi penjual terbaik ke-2 di cabang A

How Much                     : Dengan pencairan kredit Rp. 2,5 milyar/bulan (150% target)  dari minimal 3 nasabah

When                               : Pada bulan ke-3 saya akan mewujudkannya

 

  1. Tentukan aktivitas yang akan anda lakukan

Setelah anda mempunyai sebuah goal setting, maka selanjutnya anda harus menentukan aktivitas apa yang anda lakukan. Jika anda ingin menghasilkan pencairan kredit Rp. 2,5 milyar/bulan dari 3 nasabah maka anda tahu target market anda paling tidak adalah nasabah pada segmen > Rp. 1,5 milyar. Dengan demikian, anda bisa putuskan kemana saja anda harus melakukan kunjungan, berapa jumlah kunjungan yang harus anda buat perhari.

 

Untuk membantu anda agar lebih terarah, anda bisa membuat rencana kunjungan harian. Rencana kunjungan harian bisa anda buat pada malam hari sebelumnya atau pagi hari sebelum jam kantor mulai.

 

Format berikut bisa anda gunakan untuk Rencana Kunjungan Anda :

No Nama Nasabah / Prospek Alamat Produk Yang Ditawarkan Hasil Kunjungan Action Plan
1
2

 

Ingat!. Sebelum melakukan kunjungan anda harus membuat janji terlebih dahulu. Jangan pernah melakukan kunjungan pada orang yang belum pernah membuat janji sebelumnya, kecuali anda sudah kenal baik atau tujuan anda memang untuk canvassing. Tentu saja tidak seluruh aktivitas penjualan anda semuanya adalah canvassing bukan?.

 

  1. Action dan Jaga Motivasi

Agar rencana anda berjalan dan tidak hanya menjadi sekedar mimpi, yang anda butuhkan tentu saja segera bangun dan Action. Tanpa adanya action anda hanya akan menjadi seorang pemimpi. Yang perlu anda waspadai adalah kondisi motivasi anda dalam menjalankan seluruh rencana anda. Apalagi apabila itu adalah sebuah rencana besar jangka panjang dan memerlukan rutinitas dengan intensitas tinggi setiap hari. Kondisi motivasi anda tentu akan naik turun. Itu adalah kondisi yang sangat alami.

 

Untuk itu, anda perlu terus menjaga motivasi. Membaca buku-buku motivasi, mengikuti seminar-seminar motivasi, menonton film bisa anda lakukan sebagai salah satu cara untuk mempertahankan motivasi anda. Dan jangan lupa, Refreshing, hal ini akan sangat anda perlukan untuk kembali me recharge energy anda.

 

Untuk mengingatkan kembali goal setting anda selepas refreshing, anda bisa membingkai goal setting tersebut dan menempelkannya pada diniding kamar anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *